Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

Cara Menyiasati Hasil Panen Yang Melimpah/Murah

http://bundaberkebun.blogspot.com
foto milik pribadi bundaberkebun
Beberapa hari ini timeline medsos saya dipenuhi foto viral mengenai tomat yang dibuang ke selokan. Duuh.., miris banget melihatnya. Miris melihat nasib petani tomat yang hasil panennya dihargai sangat murah sehingga membuat para petani menjadi kesal, dan miris juga melihat rahmat Allah yang melimpah ruah dibuang begitu saja sehingga menjadi mubazir.

Tak sepenuhnya menyalahkan petani yang membuang tomat ke selokan atau pun ke jalan. Berita semacam ini sudah bukan hal baru. Di daerah asal saya, Sumatera Utara, tepatnya di Tanah Karo para petani sayuran pun kerap membiarkan hasil panenannya semisal kol, membusuk di kebun-kebun. Apa pasal? Ya tak beda dengan kasus tomat ini. Harga hasil tani yang dihargai demikian murah! Jadi mikir, kemana ya pemerintah kita? Kok sepertinya lepas tangan terhadap nasib warganya.

Senin, 29 Juni 2015

Cara Mengawetkan Cabai Merah



bundaberkebun.blogspot.com
Cabai merah kering dengan teknik pengukusan terlebih dahulu. foto koleksi bunda berkebun


 Bagi penyuka rasa pedas, pastinya pusing kalau harga cabai merah melonjak tajam. Terkesan sepele, masak kenaikan harga cabai merah sampai bikin pusing sih? La iya dong, karena rata-rata menu masakan di Indonesia pasti ada cabai sebagai salah satu bahan dasarnya. Jadi, walau sudah berusaha secerdas mungkin mengatur anggaran, tetep aja terasa sakitnya tuh di sini #tunjukdada kalau harga cabai merah jadi mahal.
Salah satu cara cerdas mensiasati harga cabai merah yang melonjak tinggi, adalah dengan memanfaatkan stok cabai merah  saat  lagi melimpah. Bisa jadi hasil panen kebun yang melimpah, atau juga saat cabai merah lagi membanjiri pasar, yang tentu harganya menjadi murah.

Jumat, 03 Oktober 2014

Cara Stek Pucuk Daun

http://bundaberkebun.blogspot.com
Melati Malaysia, koleksi pribadi rebellina/bunda berkebun






















Tak banyak yang mengenal metode perbanyakan tanaman dengan cara stek pucuk daun. Kalau stek ranting atau batang, pastinya sudah umum. Bunda Berkebun sendiri pun mengenal stek pucuk daun ini secara tak sengaja. Kisahnya bermula dari ingin memperbanyak tanaman Melati Malaysia yang berbunga harum.. Ternyata, yang saya bilang Melati Malaysia, masih satu kelompok dengan kacapiring, alias gardenia. Hanya berbeda genus. Dibanding kaca piring, Melati Malaysia ini bunganya lebih besar (lebih mirip mawar), dan lebih harummm.... Kisah mengenal stek pucuk daun ini bisa dibaca di sini.

Langsung aja, Bunda Berkebun akan berbagi pengalaman mengenai cara stek pucuk daun ini. Langkah-langkahnya Sebagai Berikut :


1.       Siapkan gunting tanaman untuk pemangkasan. Kalau tidak ada gunting, pisau yang tajam pun bisa.
http://bundaberkebun.blogspot.com/
gunting prunning, bekas habis pakai :) koleksi pribadi bunda berkebun


2.       Cari daun tanaman yang ingin di stek pucuk daun. Pilih yang menghadap ke atas, dan di tengah ujung daun terlihat ada bakal daun lagi mau tumbuh.
http://bundaberkebun.blogspot.com/
poto:  bunda berkebun

3.       Potong sekitar 3-5 cm dari ujung daun yang mau di stek.

http://bundaberkebun.blogspot.com/
poto pribadi bunda berkebun



4.       Bisa langsung di stek/ditanam di media yang telah disediakan. Namun agar tingkat keberhasilan stek pucuk daun lebih besar, rendam sejenak (kurleb) 10-15 menit dalam rendaman air kulit bawang merah. Atau bisa juga ujung stekan dioles dengan bubuk kayu manis.(Tentang rendaman kulit bawang merah dan kayu manis, baca di sini)
http://bundaberkebun.blogspot.com/
poto pribadi bunda berkebun


5.       Tempatkan hasil stek pucuk daun di tempat yang sejuk, atau di bawah naungan yang tidak kena matahari langsung dan hujan. Sirami kalau perlu, terutama dengan air bekas cucian beras dan ikan/daging
http://bundaberkebun.blogspot.com/
poto pribadi bunda berkebun



6.       Bila telah muncul daun baru, tanda stek pucuk daunnya berhasil. Tunggu sampai muncul beberapa daun baru.  Baru kemudian siap dipindahkan


http://bundaberkebun.blogspot.com/
hasil stek pucuk daun siap pindah. poto pribadi bunda berkebun

7.       Jangan takut bereksperimen stek pucuk daun dengan tanaman lainnya ya, dan hasilnya silakan disharing juga. Saya sedang berusaha menyetek tanaman jambu air dan durian dengan cara ini.

8.       Selamat Menyoba Cara Stek Pucuk Daun 





Rabu, 16 Juli 2014

Serba Serbi Tanaman Singkong


Siapa yang tidak kenal singkong? Atau ubi kayu, ketela pohon, pohong (Jawa), Kaspe ( Papua), dan banyak nama lainnya di berbagai daerah (silahkan tanbahkan di kolom komentar J). Selain umbinya bisa dijadikan bahan pangan alternatif pengganti nasi, daunnya juga lezat sebagai menu lauk. Tak hanya itu, singkong sangat mudah tumbuhnya, tidak terlalu memerlukan perawatan khusus, dan dapat dijumpai di mana saja di berbagai wilayah negara kita ini, dan juga murah harganya.

Senin, 19 Mei 2014

Mengenal Zodia, Tanaman Pengusir Nyamuk

www.havefun-gardening.blogspot.com
Zodia,koleksi pribadi Rebellina
 Zodia (Evodia Sauveolens), adalah tanaman ini endemik Papua. Di tempat asalnya tanaman ini digunakan sebagai tanaman pengusir nyamuk karena baunya yang khas. Caranya adalah dengan mengosok-sosokkan daunnya ke bagian tubuh. Dengan cara ini,  nyamuk dan serangga tidak akan mampir ke tubuh karena serangga tersebut tidak suka pada bau Zodia yang khas.

Tanaman Zodia trermasuk dalam famili Rutaceae (jeruk-jerukan). Zodia mengandung 
evodia mine dan rutaecarpine,  dan minyak yang disuling dari daun Zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Linalool tersebut yang sebagai pengusir nyamuk. Daun Zodia mampu mengusir nyamuk selama 6 jam dengan daya perlindungan lebih dari 70%. (sumber:www.medkes.com, 19Mei 2014:19.01)